Good Morning, world!” ujar Fira senang. Nampaknya, Fira udah niat banget tinggal disini sekarang.
Usai mandi, ia langsung merubah gaya rambutnya dan bergegas ke rumah nenek, untuk sarapan.
Pagiii …!” kata Fira sambil mengetuk pintu rumah neneknya, “Neeek ! Kakek! Papa ! Mama !” kata Fira sambil tetap mengetuk pintu rumah itu. “Duuuh, Fira! Makannya pelan - pelan dong!” kata Mama sambil menaruh lauk makanan di piringnya. “Yah, Ma! Fira kan lapar! Lagian bentar lagi masuk sekolah lho!” kata Fira sambil makan dan menatap jam dinding di rumah neneknya.
Dadah Mama!!!” kata Fira sambil berlari – lari ke sekolah. “Duh, lu berisik banget deh!” kata suara seorang cowok dari belakang, ternyata itu Chiko. “Oh, jadi rumah lo disitu?” Tanya Chiko, “Ehm, bukan, itu rumah nenek gue, rumah gue gak seberapa jauh dari situ. Rumah sewaan gitu…” ujar Fira “Blok Y no 245 bukan?” Tanya Chiko, “Iya, disitu …” kata Fira.
Akhirnya sampe juga …!” ujar Fira sambil bernapas lega, “Emang segitu jauhnya apa?” kata Chiko, “Ga sih … gue takut telat aja …” Fira beralasan, padahal, emang jauh banget menurut Fira.
Semua cewek di sekolah menatap sinis Fira ketika ia berjalan menyusuri lorong ke kelas bersama Chiko. Bagaimana tidak, Chiko aja idola di sekolah kok! Semua cewek pasti berlomba – lomba untuk deket sama Chiko. “Ko, kok kayaknya pada ngeliatin gue gitu? Mereka gak suka sama gue ya?” Tanya Fira, “Udah, lu tenang aja. Mereka gak bakalan macem – macem sama lo kok!” kata Chiko meyakinkan Fira.
KETIKA ISTIRAHAT




