Hari yang ditunggu oleh Fira pun tiba. Yap! Weekend!!. Duh … Chiko mana sih?” kata Fira sambil menatap jam tangannya. Chiko emang ngaret orangnya, kalo diajak janji, bahkan dia yang ajak sekalipun. Padahal, Fira sudah siap dengan baju strapless bermotif batik, celana jeans, jaket berwarna hitam, sepatu putih, jam tangan, dan tidak lupa kalung dengan liontin berbentuk ‘F’ kesayangannya.
KRINGG !! KRING!!!. Kembali, terdengar suara bell sepeda Chiko, Fira menyambut orang itu dengan senang, dan segera meraih tas berbahan jeans nya. Lo lama banget sih! Kita kan janjian jam 8 pagi, supaya nyampe daerah pusat bogornya nya cepet!” seru Fira, “Aduh .. sorry banget deh, Fir! Tadi adek gue lama banget di kamar mandi! Sorry …!!” kata Chiko, “Apologize accepted!” kata Fira langsung menaiki sepeda dan siap diboncengi oleh Chiko. Ke halte bos! Jalann!!” seru Fira riang, melupakan suramnya hari pertama ia pindah kesini; menyebalkan, membayangkan desa yang kotor dan jorok.
Akhirnya sampe juga, di halte! Bentar lagi nyampe nih!” kata Fira, “Fir, lo kok hapal sih? Lo kan orang Jakarta?” Tanya Chiko heran, “Kemaren gue nanya sama ortu .. hehehe ..” kata Fira sambil cengengesan. Di bus, mereka hanya bersenda gurau, menertawai kejadian MOS kemarin, ya, anak kelas 2 SMA seperti mereka hanya dapat tertawa waktu melihat adik kelasnya menderita seperti itu.
Ketika sampai di mall, mereka langsung berlari memasuki mall, dan kembali bersenda gurau. Ko, serius ya, gue belom sarapan, laper nih!” kata Fira sambil memeluk perutnya, “Sama, gue juga laper, makan apa ya? Bingung …” kata Chiko sambil celingak celinguk sendiri, “Mending makan sushi aja yuk! Atau pizza?” kata Fira, “Sushi? Apaan tuh?” kata Chiko, “Makanan dari Jepang,” kata Fira, “sekali nyoba lo pasti nagih, Ko!” kata Fira semangat, lalu menarik Chiko ke salah satu restoran sushi.
Nah! Ini dia, sushi yang gue certain barusan!” kata Fira, “Iih .. ini ikannya diapain coba?” kata Chiko jijik, “Dipotong, dibersihin, dihidangkan!” kata Fira, cuek, dan mulai melahap sushinya, “Ini … mentah?!” kata Chiko nggak percaya, “Ssshh! Jangan norak dong, Ko!” ujar Fira sambil menaruh jari telunjuk di depan bibirnya sambil menghentakkan kaki, lalu menyumpitkan salah satu sushi, dan menyuapi ke Chiko, “Enak, Fir! Trus yang ijo ini apaan?” Tanya Chiko, “Itu namanya washabi,” kata Fira sambil melahap ikan salmon nya, “Lo mau abisin semua juga boleh, kalo gue sih mendahulukan yang belom pernah …” kata Fira sambil cengengesan, dan kembali melahap sushinya. Wush … wush …pedesss!!!” Chiko berteriak kepedasan. “Lo ngerjain gue ya, Fir?!” ujar Chiko saat keluar dari restoran itu, “Hihihi ..” Fira tertawa sambil menutup mulutnya, lalu mereka bergegas pergi ke taman.
Ko, ada es krim tuh, beli yuk!” ajak Fira, “Lo nggak takut gendut, apa?” jawab Chiko, “Nggak! Gue itu jarang banget jalan – jalan kayak gini, orangtua gue sibuk terus, apalagi sekarang lagi down gini, pasti mereka kerja terus, gue beruntung ketemu orang kayak lo, mau nemenin gue jalan …” kata Fira sambil menuju tukang es krim, “Yaudah, karena ini sekali – sekali, gue traktirin lo, mau nggak?” kata Chiko sambil meneluarkan dompetnya, “Hah? Nggak usah, gue masih cukup kok, uangnya ..” kata Fira sambil menurunkan tangan Chiko, “Gue lagi baik nih, Fir …” kata Chiko, “Yaudah, tapi entar gue ganti ya!” kata Fira, Chiko mengangguk.
Jadi,” ujar Chiko, “kita usah jadi best friend, kan?” lanjutnya sambil memngacungkan jari kelingkingnya, “Yup! Best Friend!” kata Fira sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke Chiko. Walaupun, gue yakin, salah satu kita pasti bakalan jatuh cinta ke salah satunya lagi, Ra. Batin Jeriko, yang ikngat akan kutipan salah satu buku favoritnya, ‘Cewek dan cowok nggak bakalan bisa sahabatan aja’.
Yah, walaupun bukan pertanda pacaran, Fira beruntung, bus ini bisa menjadi saksi, bahwa ia adalah sahabat dari Chiko.
Ra, gue yakin, pasti ujung – ujungnya gue akan jatuh cinta sama lo.” Ujar Chiko di kamarnya, sambil menulis blog miliknya.
Ya, Chiko dan Fira, bukan pacaran, tapi sahabatan.
No comments:
Post a Comment