Tuesday, January 3, 2012

How I Meet You In That Place (part:4)

 SEMINGGU KEMUDIAN
          Halo, nama aku Cyntia Indah Sari, panggil aja aku Tia, aku pindahan dari Bandung, aku harap kalian senang dengan kedatangan ku!” ujar cewek itu senang, ya, dia adalah anak baru di SMA Blinking ini, tampangnya emang oke banget, mungkin lebih cantik daripada Fira. Chik, menurut lo, cewek itu cakep nggak?” Tanya Fira, “Hah? Cewek baru itu? Nggak tuh, biasa aja …” kata Chiko sambil melahap nasi gorengnya, sedangkan Fira hanya memakan pudding, “Masa, sih? Kok gue berasa dia lebih cantik dari gue, ya?” kata Fira sambil mengusap dagunya, “Nggak usah dipikirin, kali …!” ujar Chiko sambil mengacak – acak rambut Fira, “Aduh!!! Rambut gue berantakan lagi, tau!!” kata Fira sambil membenarkan poninya, lalu mereka tertawa bersama.

          Fir, liat deh, surat ini!” kata Chiko sambil memberikan sebuah surat ke Fira, “Ehem, biar gue baca, sini!” kata Fira, “Tolong kamu datang ke belakang perpustakaan saat ini, penting!” ujar Fira, “Ya, lo kesono aja, gue temenin, deh!” kata Fira, lalu menarik tangan Chiko ke tempat itu.
          Sesampainya di belakang perpus, Chiko melihat seorang cewek, ya, dia adalah cewek baru itu. Hah?. Fira kaget, cewek itu lancang sekali menyurati Chiko gitu, padahal dia itu disini baru 3 jam! Hebaat!!!. Ehm, nama kamu, siapa?” Tanya cewek itu, “Aku, Cyntia Indah Sari, panggil aku Tia, aku duduk tepat di belakangmu, tadi.” lanjutnya panjang lebar, Chiko melirik ke arah Ira, seakan merasa aneh, “Gue Chiko, Jeriko Darmono Saputra!” kata Chiko mantap, “Oh, ini nomor handphone aku, nanti aku SMS, aku boleh minta nomor HP kamu?” Tanya cewek ini, to the point, “Ini, nomor HP gue.” Kata Chiko singkat, berlalu sambil menarik tangan Fira.
          Ampun! Cewek itu lancang banget!” kata Fira di kelas, sebelum masuk jam usai istirahat, “Gue sebenernya males SMS-an sama dia, nggak niat.” Kata Chiko, lalu jam masuk berbunyi.
          Istirahat kedua, Chiko diajak ke belakang perpustakaan lagi, oleh Tia, tentunya.
          Di belakang perpus, Tia dengan sengaja memeluk Chiko, “Ya ampun! Tia!” Chiko kaget, “Chiko, aku … suka sama kamu …” ujar cewek itu jujur, “Tapi,” ujar Chiko terpotong, “TOLONG TERIMA AKU!” seru cewek itu cepat – cepat, “Oke.” Kata Chiko singkat, “Aku bakalan jadi cowok kamu.” Katanya lagi.
          Pacaran dengan orang yang tidak kita cintai memang berat—kita harus berpura-pura mencintainya—seperti apa yang dirasakan oleh Chiko, menjadi pacar cewek yang baru ia kenal, padahal, hatinya sudah diberikan pada orang lain, yang masih ia rahasiakan sampai sekarang. 

Pendek yah, hehehe ...

No comments:

Post a Comment